KEBUDAYAAN CIREBON
NAMA : NISYA KHAERUNNISYA
NPM : 118090141
Budaya Cirebon adalah sebuah budaya
yang khas dan unik. Letaknya yang geografis sangat memungkinkan terjadinya
akulturasi budaya. Diantaranya budaya Jawa, Cina, arab, Sunda, India bahkan
budaya Barat pun dengan mudahnya masuk dikalangan para pemuda.
Pada masa penjajahan Belanda
menimbulkan suatu sikap Resistance of Colonised, sehingga posisi Geopolitik
Cirebon mengharuskan kepemimpinan yang kuat, sehingga mencantumkan sebuah
kata-kata “lemah berarti bencana”. Diantara dua kekuatan politik dan militer
yaitu Belanda dan Mataram, dan dua kekuatan kultural yaitu Sunda dan Jawa sebagai
satu sama lain. Sikap rasa kesamaan nya merasa terinjak-injak, mereka tidak
bisa melakukan perlawanan menggunakan fisik karena organisasi merekanya hilang.
Orang Cirebon melakukan nya dengan pemerdekaan kultural.
Mengambil salah satu bagian budaya
yang ada, lahirlah suatu kebudayaan yang diakui sebagai jati diri orang
Cirebon, tanpa membuat pencetus nya tersinggung. Karena sikap konfrontasi
dihilangkan dan mengedepankan karakteristik koeksistensi dan kooperasinya,
Cirebonpun akhirnya menjadi punya ciri khas dalam bahasanya, kesenian nya,
tradisinya dan ide-ide nya yang luar biasa.
Lahirnya tarling untuk menyeimbangi
dengan kebudayaan Barat contohnya gitar, lalu dimasukkan kedalam nilai timur
(gamelan), untuk direalisasikan menjadi Cirebon. Lalu, seni Burok yang diiringi
oleh musik dog-dog, itu merupakan suatu kesenian yang lahir dari Trans Kultur
Cirebon yang didalam nya terdapat percampuran budaya. Burok di anggap mewakili
Islam meskipun perwujudannya lahir dari Agama kultur Hamiyah-Samiyah (AD, AL
Marzdedek, Parasit,Akidah). Macan digambarkan sebagai lambang keberanian dan
kegagahan Siliwangi dan Cirebon, gajah akulturasi Hindu. Terkadang dalam Burok
ditampilkan barongsai yang merupakan lambang kebudayaan Cina.
Perkembangan tahun 1970-an seni
Burok diiringi dengan gitar dan pujian Shalawat dan lantunan syair-syair agar
tidak tersingkir oleh industri hiburan modern. Namun, Seni Burok dantarling
mengalami perubahan. Burok melakukan perpaduan dog-dognya dengan dangdut,
bahkan dangdut nya yang lebih dominan. Tarling pun menjadi tarling dangdut dan
berkembang menjadi dangdut Cirebonan.
Namun, jika dibandingan perkembangan
seni yang dulu dengan yang sekarang itu sangat jauh berbeda. Seni yang dulu
memiliki makna yang religi dan simbolis. Tetapi, seni yang sekarang hanya
mengedepankan hiburannya saja, jauh dengan agama dan kesantunan budaya asli
Cirebon. Keduanya masih sama-sama dalam wilayah Cirebon, namun budaya Cirebon
itu sudah tertutupi oleh budaya Subaltern (bawahan/jajahan) budaya lain.
Kota Cirebon memiliki berbagai macam
seni dan budaya yang khas yang bernuansa Islam, kehidupan dan perjuangan. Namun
Cirebon masih memiliki acara-acara tertentu misalnya sedekah bumi atau Mapag
Sri, Nadran dan muludan.
Dengan berbagai kebudayaan yang ada
Cirebon harusnya mampu menarik para wisata asing yang datang mengunjungi
Cirebon. Kesenian, tradisi dan budaya merupakan salah satu faktor pendukung
pembangunan di wilayah kota Cirebon. Kebudayaan yang bernuansa keagamaan dengan
dipadukan nya Keraton yang sangat khas pada masa masa kerajaan itu menjadi ciri
khas yang melekat di Kota Cirebon.
Sumber
: https://cirebonculture.wordpress.com/kebudayaancirebon/