Minggu, 07 Oktober 2018

Review Kebudayaan Cirebon



KEBUDAYAAN CIREBON
NAMA : NISYA KHAERUNNISYA
NPM : 118090141

            Budaya Cirebon adalah sebuah budaya yang khas dan unik. Letaknya yang geografis sangat memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. Diantaranya budaya Jawa, Cina, arab, Sunda, India bahkan budaya Barat pun dengan mudahnya masuk dikalangan para pemuda.
            Pada masa penjajahan Belanda menimbulkan suatu sikap Resistance of Colonised, sehingga posisi Geopolitik Cirebon mengharuskan kepemimpinan yang kuat, sehingga mencantumkan sebuah kata-kata “lemah berarti bencana”. Diantara dua kekuatan politik dan militer yaitu Belanda dan Mataram, dan dua kekuatan kultural yaitu Sunda dan Jawa sebagai satu sama lain. Sikap rasa kesamaan nya merasa terinjak-injak, mereka tidak bisa melakukan perlawanan menggunakan fisik karena organisasi merekanya hilang. Orang Cirebon melakukan nya dengan pemerdekaan kultural.
            Mengambil salah satu bagian budaya yang ada, lahirlah suatu kebudayaan yang diakui sebagai jati diri orang Cirebon, tanpa membuat pencetus nya tersinggung. Karena sikap konfrontasi dihilangkan dan mengedepankan karakteristik koeksistensi dan kooperasinya, Cirebonpun akhirnya menjadi punya ciri khas dalam bahasanya, kesenian nya, tradisinya dan ide-ide nya yang luar biasa.
            Lahirnya tarling untuk menyeimbangi dengan kebudayaan Barat contohnya gitar, lalu dimasukkan kedalam nilai timur (gamelan), untuk direalisasikan menjadi Cirebon. Lalu, seni Burok yang diiringi oleh musik dog-dog, itu merupakan suatu kesenian yang lahir dari Trans Kultur Cirebon yang didalam nya terdapat percampuran budaya. Burok di anggap mewakili Islam meskipun perwujudannya lahir dari Agama kultur Hamiyah-Samiyah (AD, AL Marzdedek, Parasit,Akidah). Macan digambarkan sebagai lambang keberanian dan kegagahan Siliwangi dan Cirebon, gajah akulturasi Hindu. Terkadang dalam Burok ditampilkan barongsai yang merupakan lambang kebudayaan Cina.
            Perkembangan tahun 1970-an seni Burok diiringi dengan gitar dan pujian Shalawat dan lantunan syair-syair agar tidak tersingkir oleh industri hiburan modern. Namun, Seni Burok dantarling mengalami perubahan. Burok melakukan perpaduan dog-dognya dengan dangdut, bahkan dangdut nya yang lebih dominan. Tarling pun menjadi tarling dangdut dan berkembang menjadi dangdut Cirebonan.
            Namun, jika dibandingan perkembangan seni yang dulu dengan yang sekarang itu sangat jauh berbeda. Seni yang dulu memiliki makna yang religi dan simbolis. Tetapi, seni yang sekarang hanya mengedepankan hiburannya saja, jauh dengan agama dan kesantunan budaya asli Cirebon. Keduanya masih sama-sama dalam wilayah Cirebon, namun budaya Cirebon itu sudah tertutupi oleh budaya Subaltern (bawahan/jajahan) budaya lain.  
            Kota Cirebon memiliki berbagai macam seni dan budaya yang khas yang bernuansa Islam, kehidupan dan perjuangan. Namun Cirebon masih memiliki acara-acara tertentu misalnya sedekah bumi atau Mapag Sri, Nadran dan muludan.
            Dengan berbagai kebudayaan yang ada Cirebon harusnya mampu menarik para wisata asing yang datang mengunjungi Cirebon. Kesenian, tradisi dan budaya merupakan salah satu faktor pendukung pembangunan di wilayah kota Cirebon. Kebudayaan yang bernuansa keagamaan dengan dipadukan nya Keraton yang sangat khas pada masa masa kerajaan itu menjadi ciri khas yang melekat di Kota Cirebon.
Sumber : https://cirebonculture.wordpress.com/kebudayaancirebon/